Aku sampai di bandara sekitar jam 19.00 . Jakarta sedang bercuaca buruk, pesawat yang kami tumpangi terpaksa mendarat di landasan lain karena landasan yang semestinya tidak bisa dibuat landing karena hujan deras. Keluar dari terminal kedatangan, aku dan seorang teman mencoba menunggu taksi, dan karena tidak ada taksi yang sedang stanby kamipun menuju loket bus bandara untuk membeli karcis. Setelah mendapatkan tiket, aku dan temanku berdiri di tempat menunggu bus bandara. Beberapa saat kemudian ada seorang lelaki, kira-kira berumur 60-70 an, masih berbadan sehat melewatiku. Begitu melihat wajahnya aku langsung tahu bahwa aku mengenal orang ini. Aku tersenyum kepadanya sambil menganggukkan kepala sedikit, menunjukkan rasa hormat. Beliau tersenyum juga sambil menganggukkan kepala juga kearahku. Laki-laki itu membawa tas ditangannya, kelihatannya beliau juga menunggu bis. Aku berbicara ke temanku untuk mengambil fotoku bersama lelaki itu. Tapi sayangnya bis jurusan rawamangun telah datang terlebih dahulu sehingga aku melewatkan kesempatan tersebut. Namun selama perjalanan pulang aku berdiskusi dengan temanku, "ko orang besar seperti dia naik bis bandara si?" . "Itulah bedanya orang hebat, akan selalu siap untuk susah", dan seterusnya. Siapa bapak tersebut? Beliau adalah Ahmad Syafi'i Ma'arif. Pendiri Ma'arif Institute, Ketua PP Muhammadiyah periode 2004-2009.
Berikut sedikit Informasi mengenai Bapak Syafi'i Ma'arif
Ahmad Syafi'i Ma'arif (lahir di Sumpurkudus, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, 31 Mei 1935; umur 74 tahun) adalah mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, yang juga dikenal sebagai seorang tokoh dan ilmuwan yang mempunyai komitmen kebangsaan yang kuat. Sikapnya yang plural, kritis, dan bersahaja telah memposisikannya sebagai Bapak Bangsa. Ia tidak segan-segan mengkritik sebuah kekeliruan, meskipun yang dikritik itu adalah temannya sendiri.
Sejak kecil ia hidup dalam lingkungan keislaman yang kental. Lulus dari Ibtidaiyah Sumpurkudus, ia melanjutkan ke Madrasah Muallim Lintau, yang kemudian pindah ke Yogyakarta di sekolah yang sama. Ia memang mengambil seluruh pendidikan menengahnya di Mualimin Muhammadiyah. Kemudian ia melanjutkan pendidikannya ke Fakultas Hukum Universitas Cokroaminoto, Solo, hingga memperoleh gelar sarjana muda. Setamat dari Fakultas Hukum, beliau melanjutkan pendidikannya ke IKIP Yogyakarta, dan memperoleh gelar sarjana sejarah.
Selanjutnya bekas aktivis Himpunan Mahasiswa Islam ini, terus meneruskan menekuni ilmu sejarah dengan mengikuti Program Master di Departemen Sejarah Universtias Ohio, AS. Sementara gelar doktornya diperoleh dari Program Studi Bahasa dan Peradaban Timur Dekat, Universitas Chicago, AS, dengan disertasi Islam as the Basis of State: A Study of the Islamic Political Ideas as Reflected in the Constituent Assembly Debates in Indonesia.
Selama di Chicago inilah, anak bungsu di antara empat bersaudara ini, terlibat secara intensif melakukan pengkajian terhadap Al-Quran, dengan bimbingan dari seorang tokoh pembaharu pemikiran Islam, Fazrul Rahman. Di sana pula, ia kerap terlibat diskusi intensif dengan Nurcholish Madjid dan Amien Rais yang sedang mengikuti pendidikan doktornya.
Setelah meninggalkan posisnya sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah, kini beliau aktif dalam komunitas Maarif Institute. Disamping itu, guru besar IKIP Yogyakarta ini, juga rajin menulis, di samping menjadi pembicara dalam sejumlah seminar. Sebagian besar tulisannya adalah masalah-masalah Islam, dan dipublikasikan di sejumlah media cetak. Selain itu, ia juga menuangkan pikirannya dalam bentuk buku. Bukunya yang sudah terbit, antara lain, berjudul Dinamika Islam dan Islam, Mengapa Tidak?, kedua-duanya diterbitkan oleh Shalahuddin Press, 1984. Kemudian Islam dan Masalah Kenegaraan, yang diterbitkan oleh LP3ES, 1985. Atas karya-karyanya, pada tahun 2008 Syafii mendapatkan penghargaan Ramon Magsaysay dari pemerintah Filipina. (wikipedia)
Friday, 13 November 2009
Sepulang dari lampung
Friday, 6 November 2009
Lampung, I'll come
Seminggu ditugaskan ke Lampung, baru nyadar ga bisa ngikut quiz cost untuk kedua kalinya. hmfh.... tolong .... Masi ada 'PR' dari boss untuk diselesaikan sblum berangkat. :|
Monday, 22 June 2009
Last Rhyme
Untuk tulang-tulangku yang semakin merapuh
Kepada Kulitku yang semakin mengeriput
Dan bagi Helai-helai rambutku yang semakin memutih
Aku hanya ingin mengucap maaf pada kalian..
Karna aku tidak benar benar memanfaatkan kalian
Untuk hal-hal yang berarti besar dan memberi manfaat bagi smua
Mungkin tlah kukorbankan kalian untuk kesenanganku saja
Tlah kulewatkan waktu demi waktu disini
Dan sekarang, aku ingin berterima kasih dan mengucap maaf
Hanya ini semua yang bisa kuperbuat
Sekarang aku hanya bisa berdoa
Smoga anak cucuku bisa mengambil sesuatu dari ceritaku
Jakarta
02 April 2009
Wednesday, 3 June 2009
Rasi Bintang Crux

Rasi Bintang Crux, atau rasi bintang layang-layang selatan, adalah salah satu dari banyak rasi bintang yang dikenal dalam ilmu Astronomi. Rasi bintang ini menunjukan arah selatan apabila ditarik garis memanjang antara bintang di bagian atas dan bintang bagian bawahnya (lihat gambar).
Rasi Bintang Crux, atau rasi bintang layang-layang selatan, adalah salah satu dari banyak rasi bintang yang dikenal dalam ilmu Astronomi. Rasi bintang ini menunjukan arah selatan apabila ditarik garis memanjang antara bintang di bagian atas dan bintang bagian bawahnya (lihat gambar).
Aku mulai mengenal crux setelah membaca buku mengenai rasi bintang dan ikut pramuka waktu SD. Semenjak itu, setiap kali memandang ke langit waktu malam hari, aku selalu mencoba mencarinya. Entah untuk meyakinkan arah mata angin, ataupun hanya untuk meyakinkan apakah lanin dalam kondisi cerah atau tidak. Setiap pulang mengaji, melewati jalan sepi dan gelap, kucari crux di langit. Kadang aku menemukannya, tidak jarang pula ia tidak ada di langit bagian selatan. Sampai masa smp, dan sma, masih terus akrab dengan crux. Sampai akhirnya aku pergi, kuliah kesini, ke Jakarta. sejak saat itu, aku lupa kapan terakhir kali aku menemukannya di langit. Dan beberapa hari yang lalu, aku melihatnya kembali. aku melihatnya di arah yang selama ini kukira arah barat, hahahh. Terima Kasih telah datang lagi crux...
Tuesday, 26 May 2009
Ketika Batas Kehidupan Terlihat
Aku, dan seorang saudaraku, rudi, berjalan berdua. Melewati pohon-pohon kopi, yang masih lebih tinggi dari kami pada saat itu. Tanah yang kami telusuri cukup subur, ceceran kopi yang jatuh dari pohonnya, bercampur dengan kotoran-kotoran sapi yang mungkin sedang dibawa pemiliknya melewati daerah tersebut. Kami menuju sungai, sungai yang lebar kalau menurutku saat itu. sungai yang belum tercemar, airnya bening.
Aku, dan seorang saudaraku, rudi, berjalan berdua. Melewati pohon-pohon kopi, yang masih lebih tinggi dari kami pada saat itu. Tanah yang kami telusuri cukup subur, ceceran kopi yang jatuh dari pohonnya, bercampur dengan kotoran-kotoran sapi yang mungkin sedang dibawa pemiliknya melewati daerah tersebut. Kami menuju sungai, sungai yang lebar kalau menurutku saat itu. sungai yang belum tercemar, airnya bening. Dan jika kita coba mengeruk pasir di sungai itu, akan tampak butiran-butiran keemasan, yang menurut saudaraku adalah emas mentah (Beberapa waktu yang lalu aku dengar ada investor yang membuka penambangan emas di daerah tersebut sekarang). Sampai di pinggir sungai, kami mulai melepas baju, dan menceburkan diri ke sungai, menikmati segarnya air saat itu. Kami bermain-main air, di aliran sungai yang agak tenang. Dia berenang kesana-kemari sedangkan aku yang tidak bisa berenang hanya main-main air saja di aliran sungai yang dangkal. Saudaraku mulai menawarkan satu permainan, "kintir-kintiran", kita menuju ke aliran sungai yang deras, salah satu dari kami menghanyutkan diri di aliran deras, dan yang satu melemparkan akar tanaman dari atas sungai sehingga pihak yang terhanyut menangkapnya dan selamat dari aliran sungai itu.
Aku menjadi pihak yang menjadi penyelamat di kesempatan pertama. Aku naik di bagian tinggi dari sungai, siap-siap dengan akar pohon yang panjang. Saudaraku menuju ke bagian aliran deras sungai. DIa mulai terhanyut... tangannya menjulur ke arahku, dan akupun melempar akar pohon kearahnya.... dia dengan sigap menangkap akar tersebut, dan tubuhnya pun terseret ke pinggir sungai, dia selamat.
Dan kemudian tiba saat aku menjadi "yang terhanyut". Saudaraku sudah siap diatas dengan akar yang akan dilemparkan. Ketika aku mulai menuju aliran deras sungai, "Blep blep blep!", aku baru sadar ternyata aliran deras itu dalam, kakiku tidak sampai ke dasar sungai, aku terhanyut dan mulai terseret arus. Saudaraku melempar akar pohon yang panjang itu..... aku berhasil menangkapnya... tapi...."trash!".. akar itu putus. Jadilah aku mulai menggapai-gapai ke bagian tepi sungai, namun arus sungai itu terus menyeretku jauh, entah seberapa jauh. Kakiku pun tidak juga menemukan pijakan didasar sungai. Nafasku mulai habis, aku mulai menghirup air sungai. Dan saat itulah, tiba-tiba kakiku menyangkut pada sesuatu. "Huarphh!". ternyata aku terseret ke bagian dangkal,. Masih di aliran deras sungai itu, aku berdiri, diam, mengatur nafas. Kulihat saudaraku berlari kearahku, aku masih tetap berdiri diam, menghilangkan kepanikan yang baru saja terjadi. Setelah semua kembali normal kami pun kembali ke rumah pamanku, dimana ia telah menyiapkan minuman aren panas yang rasanya khas.
(Mengikat kembali masa kecil di daerah Pesanggaran, Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur)
Monday, 25 May 2009
Doing as well as possible
Judul diatas saya sadur dari buku mikro ekonomi karangan dosen saya. Digunakan untuk pasar persaingan sempurna apabila ingin bertahan dalam jangka panjang dalam pasar. Dikarenakan dalam pasar persaingan sempurna, penjual bebas keluar masuk pasar, dan informasi antara penjual dan pembeli bersifat perfect, maka tidak ada cara lain bagi produsen dalam pasar persaingan sempurna yang ingin menghasilkan laba maksimal melainkan dengan jalan memaksimalkan quantity (Jumlah Barang yang diproduksi).
Judul diatas saya sadur dari buku mikro ekonomi karangan dosen saya. Digunakan untuk pasar persaingan sempurna apabila ingin menghasilkan laba maksimal. dikarenakan dalam pasar persaingan sempurna, penjual bebas keluar masuk pasar, dan informasi antara penjual dan pembeli bersifat perfect, maka tidak ada cara lain bagi produsen dalam pasar persaingan sempurna yang ingin menghasilkan laba maksimal melainkan dengan jalan memaksimalkan quantity (Jumlah Barang yang diproduksi).
TIdak seperti perusahaan Monopoli yang selalu mendapatkan efisiensi dari proses produksi, penjual dalam pasar persaingan sempurna hanya akan dapat bertahan dalam jangka panjang dengan cara "doing as well as possible". Karena mereka adalah price taker, bukan price setter seperti perusahaan-perusahaan Monopolis yang dapat menentukan harga di pasar. Ibarat pekerjaan mungkin penjual dari pasar persaingan sempurna seperti buruh yang di bayar perjam kali ya... jadi ketika mereka ingin upah yang lebih tidak ada pilihan lain kecuali menambah jam kerja mereka. Jika mereka kelihatan malas dalam bekerja bukan tidak mungkin mereka akan dipecat oleh sang atasan. Dan mereka tidak bisa menawar untuk kenaikan gaji mereka karena posisi mereka, tidak seperti pada level manajemen yang relatif lebih mudah menentukan nilai insentif.
(sesaat menjelang ujian mikroekonomi semester 2)
Sunday, 24 May 2009
Hobbit Flores

Kalangan ilmuwan menemukan bukti baru bahwa tulang belulang manusia "Hobbit" Indonesia berasal dari spesies manusia baru, bukan pigmi modern.
Manusia setinggi satu meter dan berat 30 kg pernah berada di Flores mungkin 8000 tahun lalu. Sejak penemuan itu, para peneliti menyatakan dengan tegas sebagai identitas manusia kerdil.
Kalangan ilmuwan menemukan bukti baru bahwa tulang belulang manusia "Hobbit" Indonesia berasal dari spesies manusia baru, bukan pigmi modern.
Manusia setinggi satu meter dan berat 30 kg pernah berada di Flores mungkin 8000 tahun lalu. Sejak penemuan itu, para peneliti menyatakan dengan tegas sebagai identitas manusia kerdil.
Dua tulisan di jurnal Nature sekarang mendukung gagasan bahwa mereka sepenuhnya spesies manusia baru. Tim yang menemukan tulang-tulang kecil di gua Liang Bua, Flores beranggapan bahwa populasi itu milik spesies Homo floresiensis, terpisah dari Homo sapiens biasa.
Mereka berpendapat, "Hobbits" itu turunan dari spesies prasejarah manusia, barangkali Homo erektus yang mencapai pulau di Asia Tenggara lebih dari satu juta tahun lalu.
Selama bertahun-tahun, badan mereka kemungkinan semakin kecil ukurannya melalui proses seleksi alamiah yang disebut pengkerdilan pulau, klaim para penemu dan banyak ilmuwan lainnya.
Namun sejumlah peneliti berpendapat bahwa spesies ini tidak cocok dengan otak Hobbit seukuran kera hampir 400 cm kubik, sepertiga dari otak manusia modern.
Teka-teki
Ini adalah teka-teki, kata mereka, karena individu-individu itu tampaknya memiliki alat-alat dari batu yang dipahat secara rumit. Mereka menyatakan, Hobbits mungkin bagian dari manusia modern dengan otak kecil yang abnormal.
Salah satu tim yang dipimpin William Jungers dari Stony Brook University di Amerika Serikat menganalisa tulang belulang kaki Hobbit. Mereka menemukan bahwa dalam tingkat tertentu manusia luar biasa.
Jari kaki besar bersatu dengan jari lainnya dan penyatuan ini memungkinkan jari itu sebagai penyangga sepenuhnya badan sesuatu yang tidak ditemukan di kalangan kera besar. - bbc/ahi